Menu

Audiensi PKL Cihampelas Bandung

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bandung, Hikmat Ginanjar didampingi Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kota Bandung, Yayan Ahmad Brillyana dan Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Kota Bandung, Iwan Hermawan menerima Audiensi Forum Komunikasi Warga dan Pedagang Kaki Lima Cihampelas (PKL) di Ruang Tengah Balai Kota Bandung, Rabu (25/01/2017)

Juga hadir dalam audiensi tersebut Camat Bandung Wetan, Herlani dan Kapolsek Sumur Bandung AKP. Abdul Kholik, serta masyarakat sekitar jalan Cihampelas.

Dikatakan Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Kota Bandung, Iwan Hermawan, kedatangan para PKL ke Balaikota dengan dengan sikap kondusif sudah sangat tepat, “Sesuai dengan Tugas pokok dan fungsi kami kedatangan bapak-bapak menyampaikan aspirasi dan menemui kami di Kesbangpol sudah sangat tepat karena bisa cepat difasilitasi,”

lebih lanjut Iwan mengatakan agar aspirasi lebih cepat terfasilitasi segera membentuk forum dan setelah mendapat Surat Keterangan Terdaftar (SKT) bisa menyesuaikan dengan kegiatan Wali Kota Bandung.

“Untuk menyampaikan aspirasi dimuka umum merupakan hak bapak karena dilindungi undang-undang No.9 tahun 1998 namun apabila ingin cepat difasilitasi segera bentuk suatu forum warga masyarakat cihampelas dan segera daftarkan ke kami, dan pemerintah bisa lebih cepat merespon” ujar Iwan

Kedatangan para PKL yang terdampak pembangunan Skywalk di Jalan Cihampelas untuk menyampaikan delapan tuntutan diantaranya mengenai kejelasan waktu pelaksanaan relokasi PKL, status PKL yang akan direlokasi, segera dilaksanakan pendataan PKL, serta nenolak segala pungutan untuk relokasi.

Sejak 16 September 2016 lalu pembangunan skywalk (sarana Pejalan Kaki) di atas Jalan Cihampelas sepanjang 450 meter mulai dari dari Rumah Sakit Advent hingga Hotel Promenade dilaksanakan, Pembangunan tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Bandung untuk memberikan kenyamanan bagi para pejalan kaki yang berbelanja di jalan pusat perkembangan mode Jeans tersebut.

Skywalk tersebut dibangun dengan tujuan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pejalan kaki, karena selama ini pejalan kaki khususnya yang datang berbelanja, kurang merasakan kenyamanan karena harus berebut ruang dengan kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat.

Namun dampak selama pembangunan Skywalk tersebut dikatakan salah satu perwakilan PKL Cihampelas, Agus Nurdi membuat banyak PKL cihampelas tergusur, “Bahkan jika berjualanpun pendapatan jauh menyusut sehingga tidak sedikit yang gulung tikar,”

Hal senada juga dikatakan salah satu PKL penjual kaos cihampelas, Muhamad Hidayatullah, “Dulu ada perjanjian PKL yang dibawah naik keatas di Kecamatan Bandung Wetan ada sekitar 116 PKL belum termasuk dari Kecamatan Coblong, jualan sekarang jadi sepi, saya harap nanti bila waktunya relokasi tidak ada pungutan biaya,” ujarnya.